Beranda > Desain Arsitektur - Architecture Design, Ekonomi - Economy, Lingkungan - Environmental, Tata Ruang - Spatial Planning > APLIKASI “GREEN BUILDING” YANG TERJANGKAU DAN TEPAT GUNA UNTUK INDONESIA

APLIKASI “GREEN BUILDING” YANG TERJANGKAU DAN TEPAT GUNA UNTUK INDONESIA

Ditulis oleh:

1 Tanuwidjaja, Gunawan

1 MSc. Environmental Management (NUS), S.T. (ITB)

Urban Planner & Researcher

Green Impact Indonesia

Integrated Urban, Drainage and Environmental Planning and Design

Email: gunteitb@yahoo.com

https://greenimpactindo.wordpress.com/about/

Untuk Media Massa Utama di Indonesia

Pengantar

Menindaklanjuti artikel kami terdahulu berkaitan dengan Kongres Dunia ke-61 Federasi Real Estate International (FIABCI) dengan tema “Save the World: Green Shoots for Sustainable Real Estate” di Bali tanggal 25-28 Mei 2010, kami ingin memaparkan beberapa teknologi tepat guna yang sangat terjangkau dari “Green Building” yang selama ini seringkali luput dari perhatian para Pengembang, Arsitek maupun Profesional lainnya.

Kami memandang bahwa hal ini akan dapat mendorong terjadinya aplikasi “Green Building” sesuai dengan semangat “Sustainable and Affordable Homes” yang akan dapat tercapai dengan konsep “Low Cost, Low Technology, Low Negative Impact Development” atau “Biaya Murah, Teknologi Sederhana dan Berdampak Positif terhadap Lingkungan.”

Kami mencatat bahwa sebenarnya telah banyak teknologi tepat guna telah diteliti oleh institusi riset dan pendidikan seperti Puslitbang Permukiman, LIPI, ITB, UGM, Univ. Katolik Soegijopranata, dan Environmental Bamboo Foundation. Sayangnya teknologi ini tidak diadopsi karena keengganan pengusaha properti dan supplier untuk menggunakan konsep – konsep ini. i

Di sisi lain, tekanan perubahan iklim global dan kesadaran akan produk ramah lingkungan telah mendorong “Green Building” untuk diaplikasikan di Indonesia. Untuk menjawab ini maka kami akan memaparkan 2 teknologi yang memiliki semangat “Low Cost, Low Tech, Low Negative Impact Development” yang memiliki tujuan untuk membuat “Sustainable and Affordable Homes.”

Keyword: green building, rumah bambu plester, bambu semen, panel bambu plester prefab, low impact development, tangki air, bioretensi, rain garden atau swale, lahan parkir air, pervious pavement, biopori, sumur resapan.

Aplikasi Bambu Plester

Konsep Rumah Bambu Plester telah menjadi suatu solusi bagi perumahan yang ramah lingkungan tetapi tetap terjangkau. Penelitian terdahulu mengenai bambu plester Bpk. Dr-Ing (Cand). Andry Widyowijatnoko, ST., MT., Bpk. Dr. Ir. Budi Faisal, MLA, MAUD., dan Bpk. Mustakim ST. telah menunjukkan potensi penerapan ini untuk perumahan bagi masyarakat ekonomi menengah ke bawah. Beberapa rumah dan fasilitas sosial yang telah dibangun di antaranya adalah: Rumah Contoh di Pasir Impun, Bandung, Rumah Korban Gempa, Sukabumi; Prototipe Dinding Bambu Plaster di Environmental Bamboo Foundation, Bali; Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat(PKBM) Jatinangor, Sumedang; dan Community Center di Nagalawan, Sumatera Utara. ii

Gambar 1. Pemasangan Rumah Bambu Plester In-Situ

Bambu plester ternyata memenuhi persyaratan Material Bangunan yang Berkelanjutan atau “Sustainable Building Material.” Ciri – ciri dari material yang berkelanjutan ini ialah: iii

Tabel 1. Sifat ”Sustainable Building Material” dan Komparasi pada Bambu Plester
Sifat “Sustainable Building Material” Sifat pada Bambu Plester
  • Sumber daya material dapat diperbaharui
Ya
  • Atau material dapat didaur ulang
  • Atau material dapat dipakai ulang
  • Energi yang dipakai untuk memproduksinya cukup efisien atau kecil
Ya
  • Dampak lingkungan saat diproduksi cukup atau kecil
Ya
  • Banyak air yang dipakai dalam produksi juga efisien atau kecil
Ya
  • Material dapat diuraikan oleh alam atau biodegradable
Ya
  • Material tersebut sebaiknya diproduksi secara lokal sehingga tidak memerlukan energi atau biaya yang besar untuk mengirim ke lokasi pembangunan
Ya
  • Dampak yang dihasilkan dalam setelah bangunan dipakai
Ya
  • Tingkat kadar racun bagi manusia dan ekosistem yang dikandung cukup rendah atau tidak ada
Ya
  • Metode pemasangan dan konstruksi ramah lingkungan
Ya
  • Metodenya juga mudah dikerjakan oleh tukang dan penduduk setempat yang memerlukan pekerjaan
Ya
  • Tingkat ketahanan material cukup baik
Belum pada saat ini, tetapi dapat ditingkatkan dengan R&D lebih lanjut
  • Biaya dan kebutuhan perawatan bangunan sangat rendah
Ya
  • Kenyamanan termal ketika bangunan dipakai cukup baik sehingga mengurangi dampak konsumsi energi
Belum Diteliti

Bahkan, Dr. Andry Widyowijatnoko dkk pernah meneliti aplikasi bambu plester prefabrikasi yang berkelanjutan, dengan dasar pemikiran potensi – potensi sbb: iv

  • Keuntungan ekonomi dari material bambu yang lebih murah dari komponen baja sebagai tulangan beton.
  • Keberlanjutan bahan bambu yang dapat ditingkatkan dengan teknologi budidaya yang terintegrasi dengan konservasi, pengawetan, produksi, pemasangan dan perawatan.
  • Ketersediaan berbagai varietas bambu di Indonesia yang cukup berlimpah (tergantung pada lokasi).
  • Pengenalan bahan dan keterampilan dari tukang – tukang yang dapat dikembangkan untuk mengolah bahan bambu.
  • Potensi pengembangan ekonomi lokal terutama di perkotaan.
  • Potensi penerapan bambu plester prefabrikasi untuk perumahan terjangkau bagi warga yang berpenghasilan rendah.
  • Ancaman gempa di berbagai kawasan di Indonesia, menyebabkan teknologi ini akan memperkuat kekuatan struktur dan mengurangi ancaman karena kerusakan karena gempa.

Sebaliknya, dengan proses konstruksi Bambu Plester Prefab akan tercapai juga dampak ekonomi langsung dengan menurunnya harga rumah bagi masyarakat menengah ke bawah. Sebagai perbandingan Rumah Bambu Plester yang pernah dibuat oleh Dr. Andry Widyowijatnoko dan tim hanya berkisar antara Rp. 600,000,- per m2. Sedangkan rata – rata Harga bangunan Rumah Sederhana saat ini sudah mencapai Rp. 1.5 Juta Rupiah. Sedangkan sebagai perbandingan Rumah Bambu Plester yang dihasilkan oleh Puslitbang Permukiman harganya juga mencapai Rp. 780.000,-.v

Hal ini menunjukkan bahwa potensi Rumah Bambu Plester dan Bambu Plester Prefab ini akan mendatangkan keuntungan langsung dari harganya yang lebih murah. Bahkan kami telah menerapkan konsep ini pada Aplikasi Rumah Susun Berkelanjutan yang dipresentasikan pada Seminar Apartemen Bersubsidi pada tahun 2009. Dan kami memandang bahwa bambu plester prefab ini dapat diterapkan setidaknya untuk dinding non-struktural pada Apartemen Bersubisidi, dan memberikan keuntungan finansial yang cukup signifikan. vi

Dengan proses penanaman, perlakuan terhadap bambu, serta konstruksi yang baik dan berkelanjutan, maka teknologi ini akan mengalahkan berbagai material bangunan yang ada saat ini. Dengan pernyempurnaan bambu plester prefabrikasi ini maka akan didapatkan material yang lebih berkelanjutan seperti yang disampaikan di atas.

Aplikasi Low Impact Development

Aplikasi kedua yang kami kaji ialah “Low Impact Development” yang mengumpulkan air hujan, mendaur ulang air serta mengolah air limbah yang untuk “Green Homes.” vii

LID (Low Impact Development) merupakan sebuah konsep untuk mengurangi limpasan run-off atau limpasan permukaan serta dampak banjir. Hal ini diterapkan dengan menyimpan sebanyak mungkin air hujan serta menggunakannya untuk keperluan sehari – hari secara tepat guna. LID juga menyarankan berbagai konsep untuk menjaga keseimbangan siklus air di alam dengan menambah fungsi resapan, fungsi retensi atau penyimpanan air dan fungsi pemurnian air limbah. Konsep LID ini dapat dijelaskan dengan gambar sbb: viii

Gambar 2. Konsep Low Impact Development (LID) untuk Penyimpanan Air, Penggunaan Air dan Pengelolaan Limbah Cair
Gambar 3. Konsep Low Impact Development (LID) untuk Konservasi Air Secara Berkelanjutan

Keuntungan yang diberikan oleh LID ialah:

  • dapat menambah cadangan air hujan untuk penggunaan sehari-hari yang tidak memerlukan standar kualitas air yang tinggi;
  • Mengurangi limpasan air permukaan yang akan menimbulkan banjir, terutama pada kawasan perkotaan yang rawan banjir;
  • Mengurangi penggunaan air bersih secara keseluruhan;
  • Mendaur ulang air kotor untuk keperluan irigasi tanaman, menyiram toilet, dll;
  • Mengurangi dampak terhadap lingkungan berkaitan dengan polusi terhadap air dan tanah pada lokasi perumahan yang ada.

Semua ini akan sebalinya memberikan dampak positif bagi rumah atau perumahan yang menerapkan konsep LID diatas. Sebaliknya infrastruktur yang harus disiapkan dapat berupa infrastruktur sederhana seperti tangki air, bioretensi, rain garden atau swale, lahan parkir yang bisa dikonversi menjadi tampungan air sementara, perkerasan yang bisa menerima infiltrasi (pervious pavement), sumur resapan dan biopori dll.

Konsep ini dapat dilihat secara visual sebagai berikut: ix

Gambar 4. Infrastruktur Low Impact Development
Tangki Air Bioretensi
“Rain Garden” “Swale”
Lahan Parkir Multi-fungsi Pervious Pavement”
Sumur Resapan Biopori

Dengan evaluasi lahan, perencanaan dan desain LID yang terintegrasi dengan sistem drainase maka banjir genangan lokal akan dapat dikurangi. Sedangkan keuntungan lainnya seperti sumber air akan diperoleh. Sehingga dapat disimpulkan LID dapat memberikan keuntungan langsung dari pengurangan dampak banjir dan pengurangan biaya air.

Kesimpulan

Dari Studi Aplikasi Rumah Bambu Plester dan LID terlihat ada teknologi tepat guna yang masih dapat dieksplorasi untuk menciptakan “Green Homes” atau “Green Building.” Selama ini teknologi yang dipilih oleh Developer hanyalah yang meningkatkan harga jual dan bukan meningkatkan kualitas lingkungan secara signifikan. Sehingga perlu dievaluasi, “Berapa Hijau Rumah Anda dan Berapa Hemat Uang Anda?” Semoga teknologi – teknologi tepat guna bisa diterapkan dan menjadi kemaslahatan bersama.

Deskripsi mengenai Penulis

Gunawan Tanuwidjaja lulus dari Program MSc Environmental Management dari National University of Singapore, dan Sarjana Teknik dari Institut Teknologi Bandung. Beliau telah menjadi profesional perencana kota, arsitek dan periset dalam bidang pengembangan kota yang berkelanjutan sejak 2001.

Saat ini, beliau memimpin Green Impact Indonesia, sebuat studio yang menawarkan konsep Integrated Urban, Drainage and Environmental – Planning & Design.

Beliau tertarik dalam pengembangan riset bidang Kota Berkelanjutan (Sustainable Urban Development), Eco-City, Perencanaan Tata Ruang Terintegrasi dengan berbasis Ekologi dan Arsitektur Berkelanjutan (Sustainable Architecture). Email beliau: gunteitb@yahoo.com, sedangkan riset beliau lainnya dapat diakses secara gratis di https://greenimpactindo.wordpress.com/.

i http://balitbang.pu.go.id/webbal_search_iptek.asp?page=2

http://puspiptek.info/?q=id/node/781

http://www.ar.itb.ac.id/andry/wp-content/uploads/2006/03/BamBU%20PLAster%20untuk%20Aceh.pdf,

http://lib.ugm.ac.id/digitasi/upload/1223_RD1002001.pdf

Frick, H., Suskiyatno, B., (1998). Dasar – Dasar Eko-Arsitektur, Penerbit Kanisius, Yogyakarta.

http://www.bamboocentral.org/

ii Mustakim, Tanuwidjaja, Gunawan, Widyowijatnoko, Andry, Faisal, Budi, Bambu sebagai Material yang Berkelanjutan dan Affordable untuk Perumahan, dipresentasikan pada Seminar Nasional Apartemen Bersubsidi, Jurusan Teknik Sipil, UK Maranatha, 2009

Dapat diakses pada: https://greenimpactindo.wordpress.com

http://www.ar.itb.ac.id/andry/wp-content/uploads/2006/03/BamBU%20PLAster%20untuk%20Aceh.pdf

iii Mendler, Sandra et als, 2000, The HOK Guidebook to Sustainable Design, John Wiley and Sons

iv http://www.bamboocentral.org/

http://www.bsn.go.id/files/@LItbang/PPIS%202008/PPIS%20Jakarta/14%20-%20STANDARISASI%20BAMBU%20SEBAGAI%20BAHAN%20BANGUNAN%20ALTERNATIF%20PENGGANTI%20KAYU.pdf

v Harga bervariasi sesuai dengan lokasi dan tersedianya material bambu di lokasi.

vi Tanuwidjaja, Gunawan, Mustakim, Maman Hidayat, Sudarman, Agus, Integrasi Kebijakan Perencanaan dan Desain Rumah Susun yang Berkelanjutan, dalam Konteks Pembangunan Kota yang Berkelanjutan, dipresentasikan pada Seminar Nasional Apartemen Bersubsidi, Jurusan Teknik Sipil, UK Maranatha, 2009

Mustakim, Tanuwidjaja, Gunawan, Widyowijatnoko, Andry, Faisal, Budi, Bambu sebagai Material yang Berkelanjutan dan Affordable untuk Perumahan, dipresentasikan pada Seminar Nasional Apartemen Bersubsidi, Jurusan Teknik Sipil, UK Maranatha, 2009

Dapat diakses pada: https://greenimpactindo.wordpress.com

vii Tanuwidjaja, Gunawan, Widjaya, Joyce M., Integrasi Tata Ruang dan Tata Air untuk Mengurangi Banjir di Surabaya, dipresentasikan pada “Seminar Nasional tentang Arsitektur [di] kota: Hidup dan Berkehidupan di Surabaya?” Jurusan Arsitektur Universitas Kristen Petra, Surabaya.

Dapat diakses pada: https://greenimpactindo.wordpress.com

viii http://www.lowimpactdevelopment.org/

http://www.epa.gov/owow/nps/lid/

http://www.lid-stormwater.net/

ix http://www.lowimpactdevelopment.org/

http://www.epa.gov/owow/nps/lid/

http://www.lid-stormwater.net/

http://www.slideshare.net/olawai/liddesignandanalysis-presentation/download

http://www.slideshare.net/kevinbayuk/lid-presentation/download

http://www.slideshare.net/vicmanlapaz/rwh-and-ecosystems-unep-presentation/download

Direktorat Tata Ruang, Departemen Pekerjaan Umum, Program Peningkatan Kualitas Tata Ruang Jabodetabekjur, 2009

Download PDF Link:

http://www.scribd.com/doc/32094135/20100528-Ss-Green-Building-Yang-Terjangkau-Dan-Tepat-Guna

  1. Erik
    Mei 29, 2010 pukul 4:26 pm

    Perkenalkan,
    Saya Erik.. pucuk di cinta ulam tiba.. bukanlah sekedar kebetulan karena saya saat ini sedang mencari referensi, masukan idea atau pengarahan dalam hal pengelolaan drainase gedung supermarket 3 lantai yg masih beroperasi hingga saat ini namun bermasalah dengan saluran air kotor & air bersih, tapi bagi kami agak kesulitan dalam hal financial,sedangkan saluran SDP/drainase yg di sediakan Pemerintah Kota mampet dibawah lapisan jalan aspal.
    Semoga ada solusi, yg komprehensif..

    Salam,

    Erik – Denpasar, Bali.

    • Juni 1, 2010 pukul 9:21 am

      Pak Erik Yth
      Memang kami menangani master plan drainase, tetapi untuk skala kecil memang harus dikoordinasikan dengan Pemda atau Developer yang membangun dulu. Saran saya mungkin pertama bisa dibuat cubluk untuk mengatasi air kotornya.
      Sedangkan saluran air hujan mungkin dapat diatasi dengan penerapan LID (pengumpulan air hujan) dan pembersihan got tersebut. Rasanya ini adalah solusi lain. Kami perlukan gambar situasi dan foto2 lokasi. Selain itu mungkin akan ada biaya konsultasi jika diperlukan masukkan lebih lanjut. Silahkan mengakses artikel2 kami.

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: